
Hal itu dikemukakan Darwin Lie, Associate Market Analyst for Mobile Phone and Media Tablet dari IDC Indonesia. "Masyarakat pengguna tablet di Indonesia, belum menggunakan tablet secara full. Belum banyak orang yang benar-benar mengerti teknologi
tablet,".
Menurutnya, kebutuhan masyarakat membeli tablet masih dipengaruhi faktor gaya hidup dan untuk meningkatkan citra diri sendiri. Darwin menambahkan, pasar di Indonesia memang bisa dibilang unik. Masyarakatnya selalu menjadi trend
follower, bukan trend setter. Namun ketika suatu produk tidak lagi tren di luar negeri, masih banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan dan menyukai produk tersebut.
Pada kuartal pertama tahun 2012 ini, diprediksi akan ada beberapa tablet yang diluncurkan di Indonesia. Pembeliannya diperkirakan baru akan meningkat pada kuartal ketiga atau keempat, ketika harga tablet itu mulai turun.



teknologi yg blm terlalu dbutuhkan,.bnyak yg bli hanya untuk gengsi doank n keren2an padahal cm digunakan sbgai game doank..wkwkwkwkk
BalasHapusmenurutq tablet ini cma cocok dg hal yg berhubungan dg sales
@Anonim setuju bro.. tapi buat kaum berduit semua bisa diatur, WANI PIRO ?? wkwkwkwkw
BalasHapus$emua teknologi baru tidak ada salahnya dicoba / dibiasakan pemanfaatannya untuk itu kalau ragu2 ya jangan ikut masuk. Bagaimanapun para visioner dalam mengciptakan hal baru selalu menatap jauh ke depan. Kalau nggak punya duit masuk yg entry level dulu
BalasHapus